Felipe's Philosophy

"Ketika aku pergi ke Brazil untuk membeli batu permata, aku sering membeli sesuatu yang mereka sebut 'parsel'.
Sebuah parsel adalah koleksi batu permata acak yang disusun oleh penambang, penjual/siapapun yang menipumu.
Sebuah parsel yang umum biasanya terdiri dari, entahlah, mungkin 20 atau 30 batu aquamarine sekaligus.
Seharusnya dengan cara seperti itu kau akan mendapatkan kesepakatan yang lebih baik; membeli semuanya dalam jumlah banyak.
Tapi kau harus berhati-hati karena sudah pasti pria itu akan berusaha untuk merampokmu....... Dia berusaha untuk membuang batu permata jeleknya padamu denan mengemasnya bersama beberapa batu permata yang sangat bagus.
Jadi, ketika pertama kalinya aku memulai bisnis permata, biasanya aku mendapatkan masalah. Mengapa?
Karena aku terlalu bersemangat mengenai satu atau dua batu aquamarine sempurna yang ada di dalam parsel.
Aku terlalu bersemangat dengan satu atau dua buah batu aquamarine dan aku tidak memperhatikan sampah yang mereka masukkan.
Setelah cukup sering mendapat masalah, akhirnya aku harus menjadi bijaksana dan mempelajari satu hal:

"Aku harus mengabaikan batu permata yang sempurna bahkan tidak boleh melihatnya dua kali, karena itu akan membutakanku. Letakkan mereka jauh-jauh dan perhatikan batu-batu yang sangat jelek, perhatikan mereka untuk waktu yang cukup lama dan bertanyalah pada diri dgn jujur 'Bisakah aku bekerja dgn batu2 ini?' 'Bisakah aku mendapatkan sesuatu dari batu2 ini?' Jika tidak, aku baru saja menghabiskan banyak uang untuk satu dua butir batu aquamarine cantik yang terkubur dalam tumpukan sampah."

Kurasa dalam hubungan pun sama saja. Orang selalu jatuh cinta dengan aspek paling sempurna dari kepribadian pasangannya. Tapi itu bukan trik yang cerdas; trik yang cerdas adalah 'Bisakah kau menerima kekurangannya?' Bisakah kau melihat kekurangan pasanganmu dengan jujur dan berkata 'Aku bisa menghadapinya'. Karena hal-hal yg hebat akan selalu ada di sana dan akan selalu indah dan berkilau, tapi sampah di bawahnya akan menghancurkanmu..."
–– Dikutip dari Buku Committed (Elizabeth Gilbert)

No comments :

Post a Comment