Europe : Paris Day 3

The last day in Paris. Saya dan Flo mengunjungi zona 5, Versailles. Walaupun sampai hari ketiga udara belum juga bersahabat, kami (saya) tetap semangat. Dan seburuk apapun cuaca, Istana Versailles tetap menawan. Kalau hari ini cerah pasti akan bagus sekali dan akan nampak istana yang megah dan ceria. Namun, kalau cuaca buruk, suasana melankolis dan sedikit dingin pun terpancar di area istana ini. Awesome! Kami pun berkelana menjelajahi istana yang besarnya bukan main, lalu tak lupa menyewa perahu kecil untuk main di danaunya. Kami pun berebut ingin mencoba mendayuh perahu yang ternyata tidak gampang hehehehe. Lumayan ngos-ngosan.


Setelah itu, kami sedikit mengisi perut di restoran kecil dekat istananya Marie Antoinette. Kami memesan dua buah pizza, dan dua buah crepes. Hmmm yummy!!! Kami hanya sempat mengunjungi Istana Marie Antoinette, tidak sempat masuk ke dalam istana Versialles karena sudah jam 5. It's ok... sudah cukup puas seharian bermain di istana hehehe.

Sepulangnya dari Versailles, kami mampir ke Carrefour yang besar untuk membeli Ovomaltine (sejenis nutella namun lebih enak dan ada crunchynya) dan bebek kaleng. Enak sekali lho, saya sempat menyicipinya sedikit hehehehe, rasanya seperti bebek goreng slamet. Kata Flo, minyaknya bisa digunakan untuk memasak dan gurih sekali. Wahahahaha, ngga ada kata home sick sepertinya yaaaa :P

Pengalaman di Paris ini memang singkat namun menyenangkan. Masih banyak yang belum dikunjungi, seperti Disneyland, Chateau (istana) lainnya yang tidak kalah indah dengan Versailles, taman-taman, dan lain sebagainya. Semoga jika kesana lagi bisa ngga jadi full turis dan bisa menjadi pedestrian serta (masih) hafal jalur metro ;) Aamiin. 

Oia, untuk belanja tas (mungkin ada yang penasaran) dan barang-barang lainnya, harga di sini bisa lebih 2x lipat murahnya daripada di Indonesia. Mengapa? Selain karena pajak barang impor di negara kita yang tinggi, jika kita membeli barang di atas 170 Euro kita mendapatkan tax refund (tunjukkan passport untuk bukti kita adalah pendatang/turis, bukan student setempat atau resident). Intinya sih karena memang barang itu dari Eropa ya makanya lebih murah hehehehehe. Jadi tidak ada salahnya menabung kesana, sekaligus menabung untuk membeli barang-barang lainnya ;). 

Untuk Made In Something. Bukan berarti buatan cina itu palsu. Contohnya saja tas Longchamp Le Pliage yang sempat booming di Indonesia. Masing-masing ukuran memiliki tempat pembuatannya, misalnya untuk ukuran kecil, memang made in China, sedangkan untuk ukuran sedang made in France, ada juga yang made in Tunisia (untuk tas hitam yang suka saya pakai, namun kalo ukurannya lebih kecil made in France). It's not a problem. Setiap toko sudah mempunyai standarnya masing-masing dalam kualitas barang, jadi jangan khawatir as long as you buy it in the right place ;)

No comments :

Post a Comment