SNCTRY
Dharmawangsa


Masih bersama partner in crime yang sama, topik yang sama (bisa dibaca di sini dan sini) namun lokasi yang berbeda. Karena kali ini yang kami kunjungi tidak berlokasi di Bali, melainkan Jakarta!

SNCTRY (baca: sanctuary), itulah nama tempat ini. Merupakan salah satu kecetaran yang saya rasakan. Bagaimana tidak? Saya terbiasa mendapatkan jenis sajian seperti ini dengan mudah di Bali, daerah notabene banyak turis asing yang lebih kental high awareness-nya terhadap healthy food, yang membuat kuliner di Bali tidak melulu comfort food. So, sungguh sangat menyenangkan mengetahui ada healthy bar seperti ini di Jakarta.

Earth Cafe & Market
Seminyak, Bali


Kalau kamu tidak sempat ke Ubud tapi ingin mencicipi vegan food, pergilah ke daerah Seminyak. Di sana ada berbagai macam restoran vegetarian yang juga masih di bawah payung Down To Earth Bali (ada juga loh restoran di Seminyak yang juga menawarkan pemandangan sawah!). 

Terletak di Jl. Kayu Aya, Oberoi, Seminyak, terdapat Earth Cafe & Market. Tempat makan yang juga sekalian mini market buah, sayur dan barang-barang organik lainnya. This is where organic and vegan food realness exist!

Revolver Espresso
Seminyak, Bali


Hello September! Hello again, Bali!

Tema pergi ke Bali kali ini adalah liburan sehat; Vegan dan Healthy Food. Pokoknya sebisa mungkin makan makanan berserat tinggi seperti sayur, buah-buahan dan pastinya air putih. Walaupun cuaca Bali lagi lumayan adem karena Australia lagi musim dingin/peralihan musim semi, tapi tetap dong menjaga hidrasi dan kesehatan tubuh itu fenting! Nah, selama liburan ini ada beberapa tempat dengan tema tersebut yang saya kunjungi, Revolver adalah salah satunya.

Jalan Jalan Men! 2015


Siapa yang ngga tahu Jalan Jalan Men (JJM)? ehm, sorry... berarti kalian ketinggalan jaman banget, men! Travel Series JJM yang dibikin oleh Malesbanget.Com (MBDC) sejak tahun 2012 ini sudah memasuki tahun ke-4 melanglang bolang Indonesia dari barat ke timur lalu ke barat lagi dan ke timur lagi. Singkat cerita, setiap tahun semakin banyak anak-anak muda, bahkan yang sudah tua pun menjadi pengikut setia series JJM ini. Dan tahun ini, akhirnya JJM launcing series 2015 di Cinemaxx FX, Sudirman. Banyak keseruan baru loh di tahun ini. Mau tahu apa saja? Yuk simak!

Musik.Al Dialogue “Negeriku”


Bicarain musik? wah bisa ngga tidur kita nanti karena panjang pasti urusannya hahaha. Tapi tenang, di pagi hari ini cuma ingin sedikit berbagi selera musik. Yang kenal saya dari orok pasti tau banget selera musik saya cenderung gado-gado anti-mainstream–lagi booming A akan suka lagu A, no I’m not like that! Dari System of A Down to ABBA to Michael Jackson to Eltohn John to Limp Bizkit to Celine Dion to Josh Groban to Anggun to Maxim to Incognito to Tiësto dan gausah dilanjutin to-to nya karena panjaaang pasti bingung dan timbul pertanyaan“ni orang sukanya genre apa sik?!”. Ngga ada deskripsi khusus sih untuk kesukaan genre saya apa, tapi memang saya lebih bertahan lama mendengarkan musik instrument karena mungkin juga faktor dulu les piano dan gitar aliran klasik yang pastinya anget-anget tai ayam (karena ngga boleh les drum huft!). Jadi kalau ditanya bisa main piano saya ngga bisa, kalau gitar pop bisa tapi ngga jago-jago amat, gitar klasik dadah bye bye karena udah lupa baca not, paling lagu yang inget di kepala aja macam setengah lagu Edelweis. Iya pake setengah hahaha.

Anyway...

Mungkin jarang orang tahu Jalan Jalan. Ini adalah salah satu pemusik favorit saya. Karena dia spesial membuat lagu untuk menggambarkan Bali dalam cara mereka sendiri. Tapi yang bikin bittersweet adalah ketika mengetahui siapa dan asal si Jalan Jalan ini. They’re not from Indonesian––they’re from Japan!. Bittersweet karena sedih bukan anak bangsa yang bikin tapi seneng juga musisi luar mengapresiasi musik yang terinspirasi dari Pulau Bali, salah satu pulau Indonesia kita yang cantik ini.

Rasa bittersweet ini mulai berkurang karena baru-baru ini saya lagi sering beli lagu ketengan di iTunes. Waktu itu saya lagi liat-liat Johannes Rusli & Friends – Musik.Al Dialogue. Penasaran, karena gue ngga tahu dia siapa tapi kok cover albumnya artsy–klasik banget ah kak kamu judge the book by it’s cover HAHA!! lalu saya coba preview lagu-lagunya, kesan pertama hmm okei genrenya pop tapi ada blues, ada jazz, dan ada genre-nya Tulus (actually gue ga handal mengategorikan genre karena boook music is universal!) tapi kok keren sih ngemasnya mateng banget. Masih bertanya-tanya sembari dengerin tracknya satu-satu sampai akhirnya lihat ada track berjudul Negeriku (feat. Meda Kawu). Wah, is this a song that I expected as it is? 

Socolatte Sehat Asli Aceh


Mungkin sudah banyak orang tahu kalau kopi Aceh itu enak. Tapi kalau cokelat? Nah ini yang masih jarang.

Lagi-lagi berawal sejak akhir 2013, setelah unduh mantu, kami keluarga wong kito yang memang doyan makan dan jalan-jalan pergi ke beberapa toko souvenir di Lhokseumawe dan menemukan Socolatte. Awalnya kami kira ini semacam coffee latte, karena tempatnya berada di jejeran rak kopi. Eh, ternyata itu adalah coklat!

Mudik dan Kuliner Lebaran
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia

Muka Muka Ngantuk Bahagia (dan timbangan masih kurus) Menunggu Panggilan Boarding

Halo halo haloooo...

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Semoga Allah SWT menerima amalan dan puasa kita. Dan juga semoga kita masih bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan selanjutnya, aamiin.

Okay guys, mudik lebaran sudah benar-benar usai. Aktivitas pun sudah kembali seperti biasanya; bekerja, macet-macetan (masih belum parah) lagi di jalan. Apapun aktivitasnya, mumpung Ramadhan spiritnya belom kekikis banget, jangan lupa juga ya untuk SESEGERA mungkin mengganti utang puasa wajibnya, biar bisa dapet puasa Syawalnya juga. Dahulukanlah yang wajib, begitu kata para tetua.

Nah, pastinya di minggu minggu pertama setelah cuti bersama (dan cuti tambahan) biasanya pasti ada kegiatan halal bihalal dong!!! Kalau bulan puasa kemarin hebring bukber bareng, sekarang hebring halal bihalalan, ntar kalo udah ngga ada moment pasti ada aja moment yang dibikin-bikin: arisan. Mulai nyadar kan kita orang ini memang hobinya ngumpul pleus pleus (plues nongkrong, nyemil-nyemil cantik, eh UUN –– Ujung Ujungnya Ngarumpi, eleuh! *lah kok jadi nyunda?!)

Topik yang pasti ngga luput dari pembicaraan sekarang adalah: “How’s your Mudik Lebaran, Guys?” Pasti pada punya kenangan mudik dan berumpul dengan keluarga tersayang yang tak terlupakan, karena setiap tahun pastinya ada aja hal seru yang terjadi. 

Buat saya, Mudik Lebaran tahun ini menjadi sangat spesial karena InsyaAllah tahun depan kami akan move to Tokyo, Jepang, dimana si Cumi dimandatkan oleh kantornya untuk bekerja di Negeri Sakura itu selama 3 tahun. Kok Jepang? akan dibahas di postingan khusus nantinya. Nah, karena kami akan bye-bye selama 3 tahun (kami berharap bisa tetep mudik, kemungkinan untuk tidak bisa menikmati indahnya Ramadhan dan Lebaran di tanah air pasti ada juga) makanya lebaran ini saya puas-puasin deh menikmati fanashnya udara, segarnya rujak, mpek-mpek, martabak duren dan lain-lainnya yang pasti akan saya kangenin nanti.

“Apa saja sih kuliner wajib kami selama di Lhokseumawe? Apa yang unik dari mudik lebaran tahun ini?”

Ujung Kulon:
Teacher Volunteer With Wanderlust Indonesia


A week ago, before Ramadhan start, finally I had a chance to join Wanderlust Indonesia Program. For this time the program is full for volunteering as an english teacher and computer. Ha! That’s why this posting is in english ;) practice makes perfect too right even for us? 

The program was held at Ujung Kulon, sub-district Sumur; Paniis Village to teach fun english for elementary school students, and Taman Jaya Village to teach english and computer skill for junior high school students from June 13 until 16. 

On night of June 12, we gathered at the meeting point, Slipi Jaya, before we began our journey to Ujung Kulon.

I was warned by Syahira and (again) from the itinerary that the journey would be... very rough because of the road was completely damaged. I could only imagined when me and Dini went to Cunca Wulang using motorbike last year. Hmmm, I guess it won’t be that rough. And yes it was not that rough! BUT... since we sat with 1-4-2 position in Inova (for the back seat there are two people PLUS an old style computer which you know how BIG the screen and the CPU is ouu yeah baby!!) and the journey took 6,5 hours so.. yeah we were exhausted. We slept in every position we could. The driver also started expletive when we reached Sumur––where the damaged road began until we arrived at Taman Jaya.

Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 22:
GLOBETROTTER


*pardon for so-so english but I think it’s more efficient to write in this language hehehehehe* 

Truth or dare? (TRUTH!!). OK, honestly I’m not following the Pecha Kucha Night Series. Since this is the first time I come to this events my impression described in one word: INSPIRING.
"PechaKucha 20x20 is a simple presentation format where you show 20 images, each for 20 seconds. The images advance automatically and you talk along to the images. The first PechaKucha Night was held in Tokyo in 2013. PechaKucha Nights are informal and fun gatherings where creative people get together and share their ideas, works, thoughts, holiday snaps –– just about anything, really –– in the PechaKucha 20x20 format. Good PechaKucha presentations are the ones that uncover the unexpected –– unexpected talent, unexpected ideas. Some PechaKuchas tell great stories about a project or a trip. Some are incredibly personal, some are incredibly funny, but all are very different, and they turn each PechaKucha Night into ‘a box of chocolates’."
–– Pecha Kucha 
Last night, Pecha Kucha Jakarta held this Volume 22 at Es Teler 77, Adityawarman Street, South Jakarta, with a theme: Globetrotter.

Holiday Destination Under IDR 100K You Must See


Hello, it’s been a long time since my last post of english friday challenge (I skip 10 challange, big apology hihi!). Since the topic of this weekend challenge is one of my interest, I will share you about holiday destination UNDER IDR 100,000,- Where is it? Can you notice where and what place of picture above?

Hidden Paradise
Rammang Rammang: Kampung Berua
Makassar, Indonesia




Jalan jalan itu menyenangkan dan ngga ada bosennya, apalagi jalan-jalannya di negeri tercinta, Indonesia. Mau tempat yang udah didatengin berkali-kali pun akan selalu ada adventure baru dan kenangan tersendiri. Kali ini saya pergi ke Makassar. Tujuan utamanya sih nemenin Cumi ke kondangan. Tapi aku mah apa atuh kalo pergi ke satu tempat tanpa melakukan hal-hal lain (baca: jalan-jalan, kuliner dan bengong liatin universe *duile~). Jauh-jauh hari sebelum pergi saya udah berencana ingin ke suatu tempat yang belum pernah saya datangi ketika dulu saya ke sini. Namanya adalah Rammang Rammang.

Bay Shore Hut’s
Nusa Lembongan, Bali


Kesan pertama saya saat melihat Bay Shore Hut's adalah: "wah another foreign property nih!", karena buat masuk kesini ada gapura gitu, taman dimana-mana, pokoknya udah ketara banget deh desainnya. TAPI SAYA SALAH, yang punya asli orang Bali, dan Beliau sangat ramaaaaah banget! Dia cerita dari awal bagaimana dia bisa membangun tempat ini dari 0.

Nusa Lembongan & Nusa Ceningan
Bali, Indonesia


Penasaran dan ini perdana kami menginjakkan kaki di The Nusa's (nusa: pulau, kepualuan) Bali. Kami yakin ada banyak keseruan di sini. I love the unusual things, suka sama hal-hal baru (dan kalo bisa nggak mainstream), sedangkan Cumi adalah typical mainstream, apa aja yang booming dia suka, jadi dia ngikut-ngikut aja selama di sini hehehe. 

Let's called it The Three Musketeer; Nusa Lembongan, Nusa Ceningan dan Nusa Penida. Kalau berkunjung ke Lembongan, otomatis kita bisa eksplor sampai Ceningan karena kedua pulau ini dihubungkan dengan the famous yellow bridge, jembatan pegas yang bisa dilewati oleh sepeda, motor, dan manusia yang gendutnya normal (mobil ngga cukup). Menuju ke sini bisa melalui Pantai Sanur, Pelabuhan Tanjung Benoa, Padang Bai/Kusamba atau Lombok/Gili. Terdapat dua spot ferry boat di Lembongan; Pantai Jungutbatu, Mushroom Beach/Tanjung Sanghyang––umumnya di Jungutbatu. Jenis akomodasinya juga variasi; slow boat/traditional boat (catatan: kondisi cuaca bagus)fast boat, private speed boat.

Gunung Batur (1,717 mdpl), Kintamani
Bali, Indonesia


Setiap ditanya mau kado apa pas ulang tahun saya selalu jawab “Sunrise at Gunung Batur, titik!”. Heran kenapa malah pilih gunung bukan pantai? Gausah heran, karena Bali itu Gunungnya juga indah! Jadi please jangan melulu Kuta dan sederetannya, Bali is more than that (ciyeeee udah ga bosen niyeee ama Bali~~)

Tanaya Bed & Breakfast
Legian, Bali


Sejak sering jalan-jalan sendiri, saya lebih tertarik dengan konsep penginapan yang "apa adanya". Lokasi strategis, kamar yang nyaman buat tidur (dan dekornya sesuai selera), Wifi, dan sedia sarapan adalah standar saya dalam memilih akomodasi penginapan. Karena bosan dengan hotel berbintang yang gitu-gitu aja desainnya monoton and mostly activities berada di luar––penginapan cuma buat istirahat dan sarapan pagi sebelum jalan (kecuali untuk honeymoon tentunya yess!)

Saya tahu Tanaya Bed & Breakfast ini dari tahun lalu gara-gara browsing penginapan karena mau menyusul Cumi akhirnya kesmpaian untuk mencobanya sekarang. Saya juga baru tahu kalau Tanaya ini berada di bawah Villa De Daun management, tahunya juga karena notification pembayarannya bukan atas nama Tanaya. There are 6 reasons why you should stay at Tanaya:

Hello (Again), Bali!

source: liburankebali

Bali –– nah kan, tiap tahun aja nih kayaknya ke Bali (alhamdulillah!).

Kalau bicara tentang Bali sebenarnya saya sempat diminishing return. Karena sedari kecil Bali adalah tempat yang selalu saya dan keluarga kunjungi jika ada waktu berlibur. Lokasinya pun ngga jauh-jauh; Sanur, Nusa Dua, Legian, Kuta, Seminyak, spot spot tourism, itu lagi itu lagi. Kalau pun ke Kintamani hanya ke Trunyan, ke Klungkung hanya sightseeing, lu lagi lu lagi lah pokoknya. Sampai suatu ketika saya ke Ubud. It's like fall in love all over again. Jatuh cinta lagi sama Bali, dan tentunya sama Ubud (bulan madu pun final decision-nya ke sana). Setelah itu, rasa bosan saya akan Bali lama-lama memudar dan ingin mulai mengeksplor lagi daerah Bali lainnya seperti The Three Musketeer (Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, dan The Golden Egg Nusa Penida), Lovina, Menjangan, dll.

Gunung Padang Megalithic Site
Cianjur, West Java, Indonesia


Minggu kemarin saya diajak Dini untuk melakukan Pioneer Trip bersama tim Wanderlust Indonesia-nya (Syahira, William, Akbar, Dini Latifah), serta Reza dari Geotour Indonesia ke Gunung Padang, Cianjur. Pioneer Trip ini dilakukan untuk survey keperluan kegiatan Wanderlust Indonesia yang tujuan destinasinya sudah semakin banyak! Horeee!!

Dengan sistem buka tutup jalan di Puncak, perjalanan kami terbilang lancar dan tepat waktu tiba di tujuan. Namanya road trip pasti ngga afdol kalo ngga berhenti-berhenti, apalagi liat buah macam duren sama rambutan hahahaha. Sebelum memasuki tempat wisata Gunung Padang, kami pergi ke Stasiun Lampegan yang letaknya tidak jauh dari sana. Terdapat terowongan peninggalan jaman Belanda yang jadi spot oke untuk berfoto dan sedikit meregangkan otot setelah duduk lama di mobil (padahal habis makan duren!). Terlena foto-foto membuat kami lupa menanyakan kondisi tiket pulang untuk esok hari dengan tujuan Bogor yang ternyata malamnya kami cek sudah habis.

Laper Tapi Mager?

"Gue lagi sendirian nih di rumah, hujan pula. Udara dingin bawaannya kepingin tidur terus dan leyeh-leyeh terus habis itu perut laper. Mau masak dan keluar rumah pun males. Mager (males gerak) banget deh pokoknya...."
Sering ngga denger celotehan di atas? Biasanya anak kosan nih yang bakal berteriak "I FEEL YOU!!!!" apalagi kalo akhir bulan pasti mie instant terus. Sindrom itu lagi menjangkiti saya hahaha. Suami sedang dinas ke Seville–Spanyol seminggu, seminggu itu pula hujan deras, males keluar kamar, males masak, pokoknya ampun banget deh kelakuan. Sampe akhirnya keinget kalo saya punya voucher IDR 50,000,-*) dari Foodpanda. Pucuk dicinta ulam tiba, rejeki anak mager!

Favorite Indonesian Food


This week challenge is about Indonesian Food and we have to share about what is our favorite. Hmm... If I have to choose one, the answer is KETOPRAK.

My parents are originally from South Sumatra (mom born in Bandung because my grandpa moved Bandung, but still she is Palembang in her blood) and West Sumatra (dad) and Cumi is from Lhokseumawe, Aceh. Although "Ikan/everything in Balado Style" is always the IT dish on the table––not to mention rendang, pindang, pempek and gulai too––ketoprak has it's own space in my heart; it's always be the choice for my lunch at school beside meatball soup (bakso), especially when I'm in highschool I always ordered it. Even when I pursuing my bachelor degree in Bandung back in the day, I always searching for the nice ketoprak––which always the one that sells in front of my home residence back in Pamulang is the winner. So, for me ketoprak is my lifetime food.

Romantic Middle East Night
at
Anatolia


Yesterday, we were looking for romantic ambience for our dinner and still in love with middle east theme. Our choice goes to Anatolia, Kemang. It is an authentic turkish restaurant (turkish again, huh?) and the price is more cheaper than the previous place we've visited. The different between them is that one was built by passionate chef and this, in my opinion, built by passionate food & beverage company who established 3 amazing fine dining restaurant in Jakarta (Anatolia for Turkish Cuisine, Maroush for Moroccan Cuisine, and Front Page for Indian Cuisine)––actually we want to go to Maroush. But since it's located in Crowne Plaza, we felt it would be too "serious" for us who still wanted to enjoy the restaurant's ambience and some laughable conversation.

Bakoel Koffie, Kopi dan Pisang Goreng


Awal bulan maret dimulai dengan weekend! yaaay. Tapi sayangnya tanggal merah di bulan ini jatuh pada hari sabtu, ngga ada deh yang namanya libur kejepit, huhu. Dulu waktu kuliah di Bandung hampir setiap hari saya ke cafe (warung juga, rumah makan padang apalagi!! apapun deh, maklum anak rantau cyint!), apalagi sewaktu skripsi, bisa loh dari pagi sampai malam saya nongkrong di Potluck (kabarnya tempat itu mau tutup! oh no!!!), suatu tempat yang enak banget buat ditongkrongin seharian hehehehe. Kalau udah nongkrong berjam-jam gitu, pasti saya pesannya macem-macem. Mulai dari cemilan, makanan berat, teh, jus, smoothies sampai kopi.

A Letter To The Younger Me:
Carpe Diem (Seize The Day)!

2013, Keukenhoff

Hello! Don't be shocked! That picture is real, you'll go there––and 2012 is not the end of the world, trust me ;) 

2005 isn't that bad, right? I just want to tell you, if something you want to do in your life doesn't really happen like the way you want to, IT'S OKAY.
“When one door closes, another door opens; but we so often look so long and regretfully upon the closed door, that we do not see the ones which open for us.”

Snap & Tell The Story

Finally after reading sixth challenge of Ola's English Friday, I decided to join this English Club too. Every week BEC challenges us to write with the given topic. And for this week's challenge is:
What an interesting topic! It reminds me about my trip to Flores a year ago.

On the way from Ruteng to Labuan Bajo, Flores, NTT, 2013.

It was a fun and tiring day. In the morning, me and Dini (my partner for this trip) trekking downhill from Wae Rebo to Dintor for about three and half hours. After arrived in Dintor, we took shower and had lunch before continue our journey to Ruteng with motorcycle––another four hours to go! 

Your Hair
Your Crown, Your Gift as a Woman

Source: Sfgate

Hidup di zaman modern, pasti yang namanya hair dryer itu udah jadi barang yang wajib kita punya. Apalagi saya yang bejilbab. Saya paling ngga tahan sama rambut lepek. Dan kalo kesiangan, hair dryer sangat menolong banget mempercepat waktu dalam bersiap-siap (tidak ada dalam kamus saya rambut ditutup dengan keadaan basah atau lembab hehe). Nah karena intensitas menggunakan pengering rambut yang tinggi, sebenarnya kita udah bener belum sih dalam merawat dan menjaga kesehatan rambut? Berikut ini ada beberapa jenis treatment rambut yang biasa kita lakukan baik di rumah maupun di salon kesayangan, yuk simak.

Turkuaz
The Sensation of Turkish Cuisine in Jakarta


Beberapa minggu yang lalu akhirnya saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu restoran yang menyajikan masakan otentik khas Turki, namanya Turkuaz. Sudah lama saya penasaran sama tempat yang satu ini. Selain saya pecinta rempah-rempah, saya suka banget sama masakan mediterania (khususnya middle east). Setelah puas mencicipi masakan Arab dan Yunani, sekarang saya penasaran sama masakan Turki. Secara geografis, letak negara ini sangat unik (strategis), berada di dua benua; Asia dan Eropa. Jadi bisa kebayang kan sepenasaran apa saya (ngga tuh kakakkkk) sama perpaduan rempah-rempahnya.

Candi Borobudur & Matahari Terbit


Beranjak dewasa, berwisata sudah tidak lagi seperti dulu. Kalau sewaktu kecil kita terima jadi, dan ngikut saja kemana orangtua pergi, sekarang perjalanan seperti ini terasa lebih hidup karena kita benar-benar melek dengan keadaan sekitar (we've grown!).

Bangunan-bangunan religius selalu menjadi objek wisata yang menarik perhatian saya, apapun itu. Menurut saya, bangunan-bangunan tersebut sangat sakral dan selalu menawarkan aura spiritual yang sangat syahdu––mungkin karena bangunan tersebut juga mempunyai nilai historis yang sangat tinggi. Candi Borobudur adalah salah satunya. Dari sekian banyak candi yang berada di dunia, Candi Borobudurlah yang memiliki koleksi relief Buddha terlengkap. Ukuran candi yang luas pun menjadikannya sebagai monumen Buddha terbesar di dunia. Jadi sangat wajar sekali bila UNESCO pernah menjadikan Candi Borobudur sebagai  salah satu dari situs warisan dunia atau yang lebih kita kenal sebagai tujuh keajaiban dunia.

WAKE UP HOMESTAY
New Sanctuary for Backpackers in Jogjakarta

Source: Wake Up Homestay

Short story, me and my friends went to Jogja to attend our best friend's wedding. After that, some of us flew back to Jakarta (because tomorrow is Monday which means: working!, and some got to pack the bag to go back to Bonn), some still in Jogja but stayed separately (there are who stay in my friend's borading house, or their family members in Jogja).

Where I stay in Jogja? Back home, I booked a new hostel located near Malioboro, called Wake Up Homestay. Reasons why I pick this hostel because:
  • It's new, so there's a guarantee that I won't get itchy by the bed bugs lol (although I always perpare myself with my second skin––a light version of sleeping bag)
  • They have Wifi
  • Since it's new (established in 2014, a year ago), the interior is nice and I kinda like it!
  • It comes with a good price, not the cheapest (you can find many cheaper hostel in Jogja), but since it's new (guaranteed no bed bugs) and the location is very strategic, it's a fair trade!
  • There are two types of dorm; IDR 135,000,-/bed for mix dorm (10 person/room) or IDR 150,000,-/bed for female dorm (4 person/room), bunk bed style, each has their own curtain, electricity socket and personal light reading lights! And from the pict that I look on the web, the bed look nice too!
  • I love their website too! hahaha

Tengkleng Gajah?!!

"Tengkleng Gajah nyok!"
Di saat kelaparan siang-siang di Jogja dan bingung mau makan apa tiba-tiba ajakan teman saya ini sempat membuat jantung saya nyaris berhenti berdetak dan mencoba make sure sama diri sendiri "am I misheard of something? Serius sekarang gajah di tengklengin? iya sik ini makanan Solo punya tapi masa sebegitunya di Jogja ampe dibikin versi gajahnya? Gajah juga kan sekarang masuk dalam kategori hewan yang hampir punah. Ih tega banget!"

The Neneners: Kalimilk
Tempat Para Pecinta Susu (Sapi)


Kali ini kami mengunjungi Kalimilk yang selaluuuu waiting list. Beruntung saya bisa mengabadikan foto pertama. Karena setelah kami dapat tempat, ngga lama kemudian banyak waiting lister yang lain, nggak tanggung-tanggung juga banyaknya.

Mas Kobis
si Spesial Sambal Bawang


Warung ini terkenal dengan spesial sambel bawangnya. Sekarang, cabang si Mas Kobis ini sudah banyak. Kami pergi ke tempatnya yang dulu, masih di emperan gitu. Yang penting makaaan! Menu di sana standar seperti ayam gepuk/penyet, ikan nila-lele penyet, telur penyet, ati-ampela penyet, tahu-tempe penyet, terong penyet dan kombinasinya (kol goreng juga ada!)

J stands for January and Jugijagijuk... JOGJA!!!

Minggu ke dua di Bulan Januari 2015 saya pergi ke Jogjakarta bersepuluh. Tujuan utamanya menghadiri pernikahan teman kami. Pleus-pleusnya apa lagi dong yaa kalo bukan jalan-jalan. Tidak tanggung-tanggung loh saking niatnya kami berangkat naik kereta. Hahahahaha. Kalau rame-rame apa aja dilewatkan selalu seru yah! Nih sedikit highlight clip perjalanan kami:


Kami berangkat menggunakan Kereta Api Bogowonto (kelas Ekonomi) jumat malam dari Stasiun Senen dan tiba di Stasiun Lempuyangan keesokan paginya. Tike kereta yang kami dapatkan luamayan mahal yaitu Rp 225,000,-. Ya begitulah kalau pesannya mendadak. Duduknya pun mencar-mencar. Tapi toh ujung-ujungnya ngumpul lagi––apalagi selama perjalanan banyak yang ngelantai hahahahaha.

First Timer for Bikram Yoga

HALO 2015!!!!

Gimana nih keseharian kalian di bulan pertama tahun 2015 ini? Semoga menyenangkan! Ini sudah mau penghujung Bulan Januari ya? Tidak terasa karena untuk saya bulan ini banyak kegiatan yang membuat saya sedikit off dari social media.

Speaking of that––lebih banyak berkutat di luar social media––adalah salah satu dari sekian buaaanyak resolusi saya di tahun ini. Jadi akan ada kemungkinan untuk update Path, Instagram bener-bener ngga on the spot, bisa nge-post hasil jepretan yang sebenernya udah dari kapan tau belom di post. Hehehehehe. Efek jeleknya, terkadang bisa jadi males motret juga, karena terlalu terlena menikmati keadaan sekeliling, tapi saya berusaha untuk tetap mengabadikan moment karena the past is past dan yang namanya moment ga bisa diulang, cuma bisa diingat terus dilihat-lihat dari foto atau video hehehehe.

Bulan Januari ini, salah satu hal yang saya lakukan adalah (akhirnya) melakukan Bikram Yoga. Sebenarnya saya sudah daftar dari bulan Desember 2014 kemarin. Namun, karena saya daftar untuk yang paket seminggu (first timer, weekly unlimitted) dan ternyata masa berlakunya bener-bener satu minggu dihitung dari pertama kita datang ke kelas (bukan 7 kali kedatangan), jadilah saya baru bisa melakukannya minggu kemarin karena tertunda dengan:
  • haha hihi awal tahun,
  • 2 sahabat sedang "pulang kampung" menunggu working visa mereka jadi di benua barat sana,
  • ke Jogjaaaaa~ edisi khusus ke nikahan rombongan, aji mumpung 2 orang sahabat lagi pulang juga, dan bener-bener reminiscing childhood memories, plus (untuk saya) extend soloist mau liat sunrise  di Borobudur (salah satu target pencapaian 2015! hehehe, cetek banget ya :P) dan keliling Jogja.
Kenapa sih baru nyobain Bikram Yoga sekarang? Kan udah lama banget in nya? Ummm, saya olah raga ngga ngikutin apa yang lagi nge-trend. Grafik "tenaga kuda" saya dari SD sampai sekarang benar-benar downward slopping, apalagi ketika SMA sewaktu tiap kali lari keliling lapangan bola saya selalu keram perut––yang ternyata sejak itulah saya selalu mengalami dismenorhea akut ketika datang bulan. Sejak itu saya jadi jarang banget olah raga dan sangat menghindari lari (padahal dulu dalam olah raga lari saya terbilang unggul di antara teman-teman sekolah), paling berenang, jogging (tetep usaha!), lalu mencoba Pilates, lalu pindah mencoba cardio Muay Thai waktu kuliah, terus mandek lagi timbun lemak, sampai mentok-menton food combining dan jalan pagi, atau badminton.