First Timer for Bikram Yoga

HALO 2015!!!!

Gimana nih keseharian kalian di bulan pertama tahun 2015 ini? Semoga menyenangkan! Ini sudah mau penghujung Bulan Januari ya? Tidak terasa karena untuk saya bulan ini banyak kegiatan yang membuat saya sedikit off dari social media.

Speaking of that––lebih banyak berkutat di luar social media––adalah salah satu dari sekian buaaanyak resolusi saya di tahun ini. Jadi akan ada kemungkinan untuk update Path, Instagram bener-bener ngga on the spot, bisa nge-post hasil jepretan yang sebenernya udah dari kapan tau belom di post. Hehehehehe. Efek jeleknya, terkadang bisa jadi males motret juga, karena terlalu terlena menikmati keadaan sekeliling, tapi saya berusaha untuk tetap mengabadikan moment karena the past is past dan yang namanya moment ga bisa diulang, cuma bisa diingat terus dilihat-lihat dari foto atau video hehehehe.

Bulan Januari ini, salah satu hal yang saya lakukan adalah (akhirnya) melakukan Bikram Yoga. Sebenarnya saya sudah daftar dari bulan Desember 2014 kemarin. Namun, karena saya daftar untuk yang paket seminggu (first timer, weekly unlimitted) dan ternyata masa berlakunya bener-bener satu minggu dihitung dari pertama kita datang ke kelas (bukan 7 kali kedatangan), jadilah saya baru bisa melakukannya minggu kemarin karena tertunda dengan:
  • haha hihi awal tahun,
  • 2 sahabat sedang "pulang kampung" menunggu working visa mereka jadi di benua barat sana,
  • ke Jogjaaaaa~ edisi khusus ke nikahan rombongan, aji mumpung 2 orang sahabat lagi pulang juga, dan bener-bener reminiscing childhood memories, plus (untuk saya) extend soloist mau liat sunrise  di Borobudur (salah satu target pencapaian 2015! hehehe, cetek banget ya :P) dan keliling Jogja.
Kenapa sih baru nyobain Bikram Yoga sekarang? Kan udah lama banget in nya? Ummm, saya olah raga ngga ngikutin apa yang lagi nge-trend. Grafik "tenaga kuda" saya dari SD sampai sekarang benar-benar downward slopping, apalagi ketika SMA sewaktu tiap kali lari keliling lapangan bola saya selalu keram perut––yang ternyata sejak itulah saya selalu mengalami dismenorhea akut ketika datang bulan. Sejak itu saya jadi jarang banget olah raga dan sangat menghindari lari (padahal dulu dalam olah raga lari saya terbilang unggul di antara teman-teman sekolah), paling berenang, jogging (tetep usaha!), lalu mencoba Pilates, lalu pindah mencoba cardio Muay Thai waktu kuliah, terus mandek lagi timbun lemak, sampai mentok-menton food combining dan jalan pagi, atau badminton.
Yoga sama sekali belum pernah saya lakukan secara benar, paling-paling saya hanya mencoba melakukanya dengan melihat di Youtube––itu pun saya ngikutinnya yang yoga untuk ibu-ibu hamil. Hahahahahaha. Saya ngga berani melakukan sendiri karena buat saya untuk exercise seperti Pilates, Muay Thai apalagi Yoga membutuhkan pelatih yang terpampang nyata di depan mata kita. Jangan sampai deh, sok-sokan taunya nanti saraf kejepit, awwww, sakit banget!

Nah, singkat cerita tiba-tiba saya nemu yang namanya Bikram Yoga di internet. Baca-baca terus sampe rasa kepo terpuaskan akhirnya saya decided untuk mencoba. Ketertarikan saya dengan Bikram Yoga ini karena selain dilakukan di suhu yang tinggi, gerakannya adalah diambil dari Hatha Yoga (26 postur), lalu tidak ada reversed pose yang artinya aman ketika dilakukan saat datang bulan. Karena dilakukan di suhu yang tinggi, tubuh pun akan lebih lentur dari biasanya. Kelas diawali dan diakhiri dengan 2 teknik pernapasan (pranayama) yang betujuan untuk mebuat kinerja organ kita menggunakan oksigen semaksimal mungkin, khususnya di ruangan yang bersuhu tinggi.

So, resmi lah saya sejak mendaftar dan mulai tanggal 19-26 Januari 2015 saya melakukan Bikram Yoga sebagai first timer. Kok 7 hari banget sih??? alasannya apa?
  • Untuk yang baru pertama kali nyobain Bikram Yoga, disarankan setelah kelas pertama untuk sesegera mungkin balik dan mengikuti kelas selanjutnya, karena jika jeda dari kelas pertama ke kelas selanjutnya terlalu lama, keadaan tubuh kita di kelas akan seperti hari pertama/benefitnya kurang dirasakan,
  • Ingin mengetahui benefit yang saya dapatkan dari Bikram Yoga ini,
  • Hmmm... ini sih yang jadi faktor utama kenapa saya mau melakukannya 7 hari berturut-turut: padang mode on alias nggak mau rugi. HAHAHAHA! soalnya untuk per kedatangan itu kita kena 185,000 (include mat dan handuk), saya kalo tidak salah waktu lagi promo bayar sekitar 350,000-450,000 (lupa! dan itu sudah termasuk biaya administrasi 50,000 untuk di awal pendaftaran). Nah, kaliin aja tuh 185,000 selama 7 hari. Lumayan kan???? hehehehehehehehehe.
26 Gerakan Bikram Yoga
source: Pinterest

Bikram Yoga terdiri dari 26 gerakan (dilakukan 2 set) yang dilakukan di ruangan bersuhu 38–42ºC pada kelembaban tertentu selama 90 menit yang dimulai dan diakhiri oleh teknik pernapasan. Untuk manfaatnya secara detil bisa disimak di sini.

Terus bagaimana perasaan saya selama mengikuti Bikram Yoga ini?

Hari Pertama
  • Handuk tukang becak dan sebotol gede air minum (air putih) saya bawa masuk ke kelas. Dan... yuhuuuu~ kunang-kunang mulai datang ke mata saya setelah postur ke-2. Saya tetap berusaha mengikuti gerakan sampai kelas selesai. Sekedar tips dari saya, kalau kamu kunang-kunang itu wajar kok, duduklah dan atur nafas dengan inhale 6 ketukan, lalu exhale 6 ketukan, do not rush in breathing to normalize your condition (seperti yang pelatih infokan di awal kelas kepada first timer). Setiap orang akan memiliki pengalaman pertama yang berbeda-beda, salah satunya kunang-kunang, mual, dan pusing. Hal yang perlu ditekankan adalah jangan masuk kelas dengan keadaan perut keroncongan dan waziiib bawa minum, dan kalau tidak kuat ditengah kelas jangan dipaksakan. Saya berusaha tetap mengikuti gerakan dengan sesekali di set 2 istirahat karena saya merasa lebih dapat bernafas dengan tenang ketika melakukan gerakan, dan ketika diam saja malah makin terasa kunang-kunangnya (dan panasnya!).
Hari Kedua
  • Kali ini saya membawa sebotol penuh air kelapa yang saya beli di depan rumah (airnya aja yah). Saya bisa mengikuti kelas.... dengan normal. Ngga ada pusing, kunang-kunang dan teman-temannya. Hanya kepanasan aja hehehehehe. Sudah mulai bisa melakukan postur ke 4 (Awkward pose) dengan baik. Kesulitan di postur 6 (Standing Head to Knee Pose), 8 (Balancing Stick Pose), 12 (Tree Pose) , 13 (Toe Stand) , 21 (Fixed Firm Pose) , 23 (Camel Pose) , 24 (Rabbit Pose) dan 26 (Stretching Pose).
Hari Ketiga 
  • Wadoh! Gurunya native. Alhamdulillah sudah mulai bisa mengikuti semua pose dengan lebih baik. Masih kesulitan di gerakan , 13 (Toe Stand)21 (Fixed Firm Pose) , 23 (Camel Pose). Untuk Tree Pose masih belum bisa dengan kedua tangan di dada, Eagle Pose kaki belum bisa melipet dengan sempurna.
Hari Keempat
  • Bisa mengikuti dengan baik, masih berkutat dia 3 pose di atas. Untuk Tree Pose masih belum bisa dengan kedua tangan di dada. Eagle Pose kaki belum bisa melipet dengan sempurna
Hari Kelima, Keenam, Ketujuh
  • Sudah bisa mengikuti semuanya, namun suka kurang determined di postur 6 (Standing Head to Knee Pose). Untuk Tree Pose masih belum bisa dengan kedua tangan di dada. Eagle Pose kaki sesekali sudah bisa merangkul kaki yang lain.

Kesimpulan:
  • Untuk minuman, kadang saya bawa air kelapa, kadang jeniper (lemon 1 buah diperas ke dalam botol air minum bermuatan kurang lebih 1 liter, bukan infused water ya! lemonnya saya peras, ngga ikut dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam botol air minum). Pilihan saya untuk minuman adalah sebisa mungkin membawa air kelapa, karena fresh bgt. Di dalam ruangan panas air kelapanya ngga ikutan anget soalnya hehehe. 
  • Untuk keadaan perut, kalau kelas pagi sebisa mungkin diganjel sedikit entah pk roti atau buah-buahan. 
  • Sangat normal kita tidak langsung berpose sempurna dalam setiap gerakan. It takes time, ngga ada yang instan. Yang dapat kita lakukan ketika buyar konstentrasi dan "terjatuh" dari pose (bukan terjatuh dalam artian sebenarnya yaa, udah dipakein " hehehe) adalah keep trying and trying.
  • If your body flexible enough, it's good. Make sure you do the pose as perfect as you can. Kadang badan yang fleksibel––atau bahan over flexible––pun belum tentu artinya bagus lho. Yang penting kita melakukannya sesuai dengan yang Pelatih bilang, bagian apa yang dikencangkan ototnya itulah yang dilakukan.  
  • Capek? pasti. Pengen nyerah? Beungeuut apalagi di hari ke 4 dan 5. Kepanasan pengen teriak? Iya kadang-kadang. The best thing you can do adalah jangan banyak gerak selama di kelas, kalau bisa keringat ngga usah diseka, karena badan akan memproduksi keringat lagi, dan yang terpenting atur nafas ketika pose istirahat (6 detik tarik nafas, 6 detik perlahan keluarkan, itu akan membantu memperlambat detak jantung yang berdebar kencang). 
  • Setelah merasa "tersiksa" pas udahannya itu enaaak banget! Nah, perasaan setelah selesai kelas Bikram Yoga inilah yang membuat saya ingin selalu datang lagi dan lagi.
  • Focus only on yourself in front of the mirror. Seluruh ruagan dindingnya kaca. Tujuannya biar kita fokus sama diri kita dan gerakan kita. Suara pelatih memang seperti komentator sepakbola, that's challenging but it will very very help you to focus more on yourself. Jadi ngga ada tuh yang namanya ngeliatin badan orang, hehehehehe.
  • Saya muslim, dan Yoga 42ºC Indonesia ini bebas dari chanting and it's pure exercise. Selain Bikram Yoga mereka juga provide other Yoga. 
Ingat, selama kelas kamu akan mengeluarkan sangat banyak cairan, jadi setelah kelas hidrasikan tubuhmu secukupnya. Itu penting sekali. Dan atur pola makan juga, saya pernah di dua hari terakhir makan malemnya berat (hari ke 6 steak dan hari ke 7 nasi padang dengan gulai kepala ikan),  sedikit keok di hari ke 6-nya tapi karena saya menghindrasi tubuh dengan cukup saya bisa mengikuti kelas tanpa drama kunang-kunang.

Bikram Yoga is like life; sometimes you want to give up, sometimes you feel you are going to die––but you're not! All you need is your d-e-t-e-r-m-i-n-a-t-i-o-n!

Tertarik? Ayo dicoba! Atau mungkin dari kalian sudah pernah ada yang mencoba? Gimana rasanya? hehehehe.

"Yoga is about the will, working with intelligence and self-reflexive consciousness, can free us from the inevitability of the wavering mind and outwardly directed senses. Yoga is Yoga, despite the name, despite the ego"
–– B.K.S Iyengar (1918–2014)


PS: Bikram founded by Bikram Choudhury maaf kalo pake quotesnya bukan dari doi, karena saya juga menyukai pemikiran B.K.S Iyengar :)


Comments

Popular Posts