Summer Gateway: Sapporo & Otaru, Hokkaido



July 2017


おはようございます!

Selamat pagi!

Semalam kami tiba di Sapporo sekitar jam 22:30. Kami menginap di Unwind Hotel. Hotel ini unik banget. Kamarnya termasuk besar untuk ukuran hotel di Jepang dan tema hotelnya seru banget! 

Di lantai paling atas ada free-flow bar untuk penginap, kita bisa bebas minum sepuasnya sambil nyantai. Konsepnya keren! Yang bikin cool lagi apa coba? resepsionis kami malam itu perempuan arab muda dan berhijab a la Hana Tajima! This place totally international atmosphere. Untuk di bar tersedia juga minuman non-alkohol, begitu pula untuk sarpan paginya ada 2 pilihan: normal dan vegetarian. Saya pesan yang vegetarian, Cumi yang normal. Sarapan pagi kami di antar ke kamar dan bentuknya seperti kayak kita lagi kemping. I love it


Rasanya bagaimana? Saya lebih suka versi vegetariannya karena lebih terasa kenyang karena soupnya sangat creamy. Untuk versi normalnya soup yang dihidangkan adalah sejenis tomato soup––beuh, bukan favoritnya suami banget, walau enak menurut saya hehehe.

Setelah check out, kami pergi ke Historical Village of Hokkaido (開拓の村, Kaitaku no Mura). Pagi itu mendung dan sedikit rintik-rintik. Kami tidak bawa payung. Sesampainya di sana kami beli tiket dan meminjam payung yang disediakan secara cuma-cuma. Hal-hal kecil seperti penunjang kenyamanan pendatang seperti payung di sediakan di sini. Bahkan, ketika cuaca kembali gerimis para penjaga pun berlari-lari mencari pendatang yang sudah masuk lebih dulu daripada kami dan belum mengambil payung!

Candid. Karena pekerjaan by phone yang tidak pandang bulu mau libur atau tidak, zzzzz.

Open air museum ini recommended banget! Seru juga musim gugur main ke sini, apalagi musim dingin karena tempat ini akan dipenuhi salju dan Sapporo memang terkenal dengan snow festivalnya. Pemandangan sepi syhadu seperti ini sangat jarang didapati di musim tersebut. Kami menghabiskan waktu luamayan lama di sini karena areanya luas sekali, dan bener-bener kami jajahi semuanya sampai ke unbeaten pathnya. Ada beberapa bangunan yang sedang di-rekonstruksi ulang dan ditutup, khususnya yang agak blususkan ke hutan, karena mungkin bukan musim peak pengunjung dan untuk meminimalisir accident. 

Bangunan-bangunan yang ada di sini ada beberapa yang replika dan ada beberapa yang memang masih asli dan dipindahkan ke sini. Jujur saya salut banget sama negara ini yang masih mempertahankan nilai-nilai sejarah yang pada akhirnya bisa digunakan sebagai pemasukkan daerah tersebut, terutama di bidang pariwisata.

Setelah dari sana kami melanjutkan perjalanan ke luar kota dulu, yaitu Otaru Canal. Waktu tempuh sangat singkat yaitu sekitar 45 menit. Begitu sampai di Otaru saya sempat nyasar nyetir, karena menyeting GPS ke tujuan Otaru saja, sedangkan tujuan kami ke Otaru Canal dekat laut. akhirnya kami menginput nomor hotel terdekat kanal untuk dijadikan patokan GPS. Ternyata jaraknya tidak jauh dari tempat dimana kami nyasar. 


Sesampainya di Otaru, lahan parkir cukup penuh dengan mobil, dan beberapa jalan ada yang ditutup. Ternyata hari ini ada festival kembang api. Sayangnya kita tidak bisa ikutan nonton, karena terlalu mepet dengan jadwal balikin mobil sewaan di Sapporo. Seandainya kita sewa mobil sampai besok, kami bisa mencari hotel di Otaru. Karena tempat ini terlalu cantik untuk tidak dinikmati. Apalagi hanya sekedar duduk duduk di kedai kopi dan melihat kerlip lampu-lampu di kanal. Venice-nya Jepang, itulah julukan untuk tempat ini menurut saya.

Semoga bisa ke sini lagi di lain waktu karena banyak tempat-tempat yang ingin dikunjungi, terutama LeTAO si keju legendari khas Otaru dan hanya di jual di sana, Sapporo dan Chitose. 

Sesampainya di Sapporo kami check in di Unizo Inn kemudian menaruh mobil sewaan kami ke gerai Toyota Car terdekat. Setelah itu kami jalan menuju Sapporo Clock Tower (SCT) untuk melihat Ōdōri Park yang kalau di musim dingin dijadikan tempat snow festival. Menuju SCT kami tesadar kalau di sini juga diadakan festival kembang api. Jadi lah kami berhenti sebentar di jembatan penyeberangan menikmati pemandangan tersebut. Walau tidak begitu jelas karena sudah banyak asap menggumpal dan sudah berada di penghujung pertunjukkan kembang api, kami tetap menikmatinya bersama orang-orang lain yang juga berhenti di atas jembatan penyeberangan.


Kami memilih Unizo Inn Hotel karena tempatnya yang dekat dengan Ōdōri Park. Selain itu kami sepertinya memutuskan untuk menyewa mobil lagi di Toyota Car untuk keesokan harinya sebagai akomodasi menuju tempat tujuan kami besok dan bandara. Kami memilih Toyota Car Rental karena gerainya banyak dimana-mana. Selain itu, sepertinya kami ketagihan menyewa mobil hahahahahahaha, karena sangat efektif menjangkau tempat-tempat yang akses keretanya agak jauh dan waktu kami yang sangat singkat di sini.

(to be continued)







No comments :

Post a Comment